Gunakan untuk menunjuk siswa, memilih pembaca, menentukan siapa yang presentasi, atau mencari sukarelawan. Bisa dipakai di proyektor, papan pintar, laptop, atau ponsel.
Apa itu pemilih siswa acak?
Pemilih siswa acak adalah alat yang memilih satu siswa dari daftar tanpa bias manusia. Kamu memasukkan nama, roda berputar, dan nama tempat roda berhenti yang mendapat giliran. Setiap nama punya peluang yang sama di setiap putaran.
Guru memakainya karena sulit bersikap adil hanya dari ingatan. Kebanyakan dari kita menunjuk tangan-tangan yang sama tanpa sadar. Roda tidak punya barisan favorit.
Cara menggunakan pemilih siswa acak
- Tambahkan siswamu. Ketik atau tempel daftar kelasmu, satu nama per baris. Nama depan atau nomor sama-sama bisa.
- Ajukan pertanyaan dulu. Ucapkan dengan lantang sebelum memutar. Siswa lebih memperhatikan kalau mereka bisa terpilih.
- Putar rodanya. Klik roda atau tombol putar dan biarkan melambat sendiri.
- Beri waktu berpikir. Jeda beberapa detik setelah nama muncul, lalu biarkan siswa menjawab.
- Simpan atau hapus namanya. Hapus jika kamu tidak ingin ada pengulangan sampai semua siswa kebagian giliran. Simpan jika siswa mana pun boleh terpilih lagi.
Setelah semua nama mendapat giliran, atur ulang roda dan mulai putaran baru.
Simpan atau hapus: mana yang sebaiknya dipilih?
Jika nama tetap ada di roda, siswa yang sama bisa terpilih dua kali berturut-turut. Itu memang acak, tapi bisa terasa tidak adil di kelas berisi 25 siswa.
Jika nama dihapus setelah setiap pilihan, semua siswa mendapat giliran sebelum ada yang mendapat giliran kedua. Kebanyakan guru memilih cara ini untuk menunjuk siswa dan bergiliran. Biarkan nama tetap ada untuk permainan dan pemanasan singkat yang tidak masalah jika berulang.
Mengapa menunjuk siswa secara acak?
Sukarelawan cenderung itu-itu saja. Pemilih acak membagi giliran lebih merata, termasuk ke siswa pendiam yang jarang mengangkat tangan.
Ada penelitian yang mendukungnya. Studi tentang menunjuk siswa tanpa menunggu mereka mengangkat tangan oleh Dallimore dan rekan-rekannya menemukan bahwa di kelas yang pengajarnya rutin menunjuk mahasiswa, partisipasi sukarela meningkat seiring berjalannya semester. Tips mengajar dari University of Washington menambahkan bahwa menunjuk secara acak dapat mengurangi bias gender, karena perempuan cenderung lebih jarang mengajukan diri.
Cara ini paling efektif jika siswa tahu akan ada penunjukan acak. Beri tahu mereka di awal semester bahwa kamu akan memakai roda, maka mereka akan lebih siap dan tidak terlalu cemas.
Cara memakainya di kelas
- Menunjuk siswa. Pilih siapa yang menjawab pertanyaan berikutnya.
- Membaca nyaring. Pilih siapa yang membaca paragraf berikutnya.
- Presentasi. Undi urutan tampil tanpa perdebatan.
- Tugas kelas. Pilih pemimpin barisan, pembantu perlengkapan, atau petugas papan tulis.
- Sukarelawan. Pilih siapa yang mengerjakan soal di papan tulis.
- Permainan pengulangan materi. Pilih siswa atau tim mana yang menjawab berikutnya.
- Hadiah. Pilih siapa yang mendapat hadiah akhir pelajaran atau kursi spesial.
- Kelas daring. Bagikan layarmu dan putar saat bahasa tubuh sulit dibaca.
Tips agar penggunaannya efektif
- Izinkan siswa melewati giliran sekali. Opsi "minta bantuan teman" atau "lewati" membuat roda tidak terasa seperti jebakan.
- Sesuaikan pertanyaan dengan siswa. Mulailah dengan pertanyaan hafalan yang mudah sampai siswa terbiasa.
- Tampilkan di layar. Melihat roda berputar itulah yang membuatnya terasa adil.
- Putar sebelum menilai kelas. Jangan lewati sebuah nama karena kamu mengira siswa itu tidak bisa menjawab. Itu menghilangkan tujuannya.
- Gunakan nomor jika nama terasa sensitif. Beri setiap siswa nomor untuk sepanjang tahun ajaran dan masukkan nomor-nomor itu ke roda.
- Atur ulang secara berkala. Isi ulang roda di awal setiap minggu atau unit agar setiap putaran tetap segar.